sekedar berbagi solusi yang menurut saya efektif untuk menangani berbagai kejahatan di negeri ini.
yaitu: para pelaku peradilan plus penjahatnya bersumpah atas nama Tuhan dan kitab sucinya masing-masing, bahwa mereka benar, dan laknat akan sampai pada diri mereka jika apa yang mereka sumpahkan itu palsu. kalau memang spiritualitas itu penting dan privasi, dan memang mereka terapkan di kehidupan sehari-hari, seharusnya cara ini bekerja dong?
tidak perlu lagi berkelit dengan bukti-bukti yang kadang dimanipulasi. sudah dengan cara ini saja. sesuai dengan yang mereka percayai saja. karena jika seseorang mengaku ber-Tuhan, saya yakin, penjara jaaaaauh lebih baik baginya dibanding hukuman dari Tuhannya.
yaaa.... kecuali tidak punya Tuhan. saya tidak tahu golongan seperti apa jika kondisinya begitu. pun seorang atheis, tetap ber-Tuhan, yaitu akalnya.
semoga solutif ya? :)
Sabtu, 18 Mei 2013
soal sabar
Sabar ya?
Secara tanpa kita sadari, salah satu perbuatan baik ini menolong kita dalam mengatasi masalah. Sesuai dengan yang disebutkan di Al Qur'an, bergandengan dengan Sholat, sabar disebut-sebut sebagai penolong. Dan terbukti kan?
Dalam berbagai masalah, penyelesaian dengan menggunaka sabar ini dinilai 100% efektif. Sabar dapat menurunkan kadar emosi negatif dalam diri kita. Menyelesaikan masalah dengan kepala dingin tentu saja lebih bekerja dengan baik dibanding ketika kita masih kaget ketika menerima masalah tersebut.
Oke. Mari kita bicara hal positif jika membicarakan masalah menyeret otak kita ke persepsi negatif.
Hampir semua lini hidup kita memerlukan kesabaran. Dalam hal apapun. Bahkan dalam ungkapan "Semudah membalikkan telapak tangan", juga harus ada unsur sabar di situ. Membalikkan telapak tangan dengan cepat tanpa otak mempersiapkan kecepatannya dapat mengakibatkan terkilir, dan bila menyangkut nadi dan menyumbatnya malah bisa mengakibatkan kematian. Menyangkut tulang, juga dapat berakibat fatal karena termasuk sendi. Seserius itukah? Iya.
Karena itu kita bicara sabar dengan tidak main-main. Bila hal sekecil itu luput dari perhatian kita, bagaimana kita akan menyadari bahwa solusi seluruh kejadian yang kita alami salah satunya dengan bersabar? Bahwa dengan bersabar kita akan menjadi orang yang tidak tergesa-gesa, baik dalam berpikir maupun bertindak. Sehingga apapun yang kita lakukan terstruktur dengan baik, dengan pemikiran yang matang, sehingga kita dapat meminimalisir akibat buruk dari perbuatan kita. Untuk diri sendiri, dan pastinya juga orang lain.
Kiranya, memang benar kita harus jadi orang yang sabar.
Oke? Sabar ya? :)
Secara tanpa kita sadari, salah satu perbuatan baik ini menolong kita dalam mengatasi masalah. Sesuai dengan yang disebutkan di Al Qur'an, bergandengan dengan Sholat, sabar disebut-sebut sebagai penolong. Dan terbukti kan?
Dalam berbagai masalah, penyelesaian dengan menggunaka sabar ini dinilai 100% efektif. Sabar dapat menurunkan kadar emosi negatif dalam diri kita. Menyelesaikan masalah dengan kepala dingin tentu saja lebih bekerja dengan baik dibanding ketika kita masih kaget ketika menerima masalah tersebut.
Oke. Mari kita bicara hal positif jika membicarakan masalah menyeret otak kita ke persepsi negatif.
Hampir semua lini hidup kita memerlukan kesabaran. Dalam hal apapun. Bahkan dalam ungkapan "Semudah membalikkan telapak tangan", juga harus ada unsur sabar di situ. Membalikkan telapak tangan dengan cepat tanpa otak mempersiapkan kecepatannya dapat mengakibatkan terkilir, dan bila menyangkut nadi dan menyumbatnya malah bisa mengakibatkan kematian. Menyangkut tulang, juga dapat berakibat fatal karena termasuk sendi. Seserius itukah? Iya.
Karena itu kita bicara sabar dengan tidak main-main. Bila hal sekecil itu luput dari perhatian kita, bagaimana kita akan menyadari bahwa solusi seluruh kejadian yang kita alami salah satunya dengan bersabar? Bahwa dengan bersabar kita akan menjadi orang yang tidak tergesa-gesa, baik dalam berpikir maupun bertindak. Sehingga apapun yang kita lakukan terstruktur dengan baik, dengan pemikiran yang matang, sehingga kita dapat meminimalisir akibat buruk dari perbuatan kita. Untuk diri sendiri, dan pastinya juga orang lain.
Kiranya, memang benar kita harus jadi orang yang sabar.
Oke? Sabar ya? :)