Jumat, 22 Mei 2015

Kangen

Kadang kangen masa2 di mana saya pulang kantor cepat karena Surat Tugas, ngejar kereta jam 10 di Cirebon, terus naik bis yg udah penuh lanjut ngangkot dan njujug ke kios, demi langsung ketemu engkau.
Atau pulang biasa, sampe rumah jam 2 pagi, dijemput ayah dan engkau sudah menunggu dengan segelas teh hangat.
Atau sampe rumah hampir maghrib, dan dengan senangnya sampe di pertigaan itu menelponmu, "bu, jemput.."....

Rupanya 2 tahun lebih tidak menyurutkan kangen ini.
Ah, rupanya kangen bisa juga bikin sesak dada. :D


Btw, adik udah nikah lho buuu... Suaminya persis kayak yg ibu pengenin. Adik juga udah punya anak, mela juga. Cucu ibu langsung 2. Ganteng2 lagi. Hehehe

Sabtu, 21 Maret 2015

Catatan #2

Sayangku,
23 hari yang lalu kamu lahir ke dunia. Dan hari ini, adalah hari ke-5 ibu meninggalkanmu nun jauh di sana. Ibu kangen nak..
Melihat fotomu, ibu membayangkan betapa aktifnya kamu bahkan ketika tidur. Ketika bangun, kamu tidak pernah berhenti bergerak, bahkan ketika digendong. Ibu kangen nak..
Melihat fotomu, ibu membayangkan senyumanmu, ibu membayangkan tangisanmu, ibu membayangkan dengkuranmu, ibu membayangkan semua ekspresimu yang lucu itu. Pantas saja ketika kamu masih di perut ibu, rasa2nya ada saja yang kamu lakukan untuk memberitahu pada ibu kalo kamu itu ada dekat dengan ibu. Ah, ibu kangen nak..
Sayang sekali tugas ini membuat ibu harus berpisah denganmu untuk sementara. Sehat terus ya nak.. Jadi anak yang sholih, yang tidak membuat ibu khawatir.

Sayang faqih..
Ibu

Rabu, 21 Januari 2015

Catatan #1

Kamu sudah besar nak, hampir 2kg di dalam perut ibu. Pasti sudah sempit ya? Soalnya kamu gerak terus sampe ibu kegelian. Pun saat ibu menulis ini kamu lagi bikin permukaan perut ibu bergelombang. :D
Kamu tau? Dokter kandungan ibu tiap USG pasti bilang posisimu itu macem2, ngrungkel, muter sana sini.. Sampe mau di USG 4D aja ditunda karena kamunya gak mau diem dan posisinya gak bisa buat lihat muka. Masih malu ya? Hihihi..
Jelas lah yang kecewa ayahmu itu, pengen lihat kamu di gambar yang lebih jelas. Kamu itu suka main2 sama ayah ya? Tiap ayah pegang, kamunya langsung diem. Jangan ngerjain ayah gitu ya nak? Ayah suka ciumin kamu lho...
Jadi anak sholih ya nak.. Karena ayah sama ibu sayang sekali sama kamu. Sehat2 ya nak.. Kami kangen mau lihat kamu..

Sayang faqih,
Ayah dan ibu

Senin, 24 November 2014

Pagi ini, sayang

Selepas sholat subuh, aku tergeletak, badan menggigil dan tidak sanggup sekalipun untuk berdiri. Aku merebahkan diri dan kamu menyelimutiku serta mengelus perutku.
Sambil tilawah, kamu memijat kakiku. Setelah selesai, kamu mengerjakan semua urusan rumah tangga kita. Melipat baju, mencuci, menjemur.. Padahal aku tau kamu sedang berpuasa. Pasti lelah ya?
Ketika berangkat, kamu masih sempat membelikanku bubur untukku sarapan, tanpa peduli apakah nanti telat atau tidak sampai ke kantor.

Semoga aku segera sembuh ya, sayang... Agar aku bisa membalas kebaikanmu pagi ini meski dengan sekedar bubur kacang hijau untukmu berbuka...

Terima kasih, sayang.. Engkau adalah salah satu anugerah terindah yang aku dapatkan di dunia ini. Dan semoga hingga di akhirat nanti...

(soundtrack: Dia by Maliq n d'essential)

Rabu, 19 November 2014

Kata orang, inilah cinta

Kamu cinta kedua ibu, nak..
Setelah apa yang ibu alami pada ayahmu..
Cinta yang ada meski belum pernah bertemu langsung. Cinta yang cuma berdasar cerita.
Benar ya lagu Savage Garden?
I knew I love you before I met you...
Rasanya rindu yang menggebu.
Manis sekali ketika berjumpa.

Ibu akan melakukan yang terbaik untukmu, nak..
Demi bertemu dalam suka cita.
Demi mewujudkan doa yang selalu terlantun menyebut namamu...

Faqih Ilmi Muhammad.
Semoga Alloh mengaruniakan kefaqihan ilmu padamu, ilmu yang berlandaskan kecintaanmu padaNya. Dan sikapmu yang terpuji, adalah wujud cintamu pada manusia mulia yang ingin kita jumpai di surga nanti.

Rabu, 01 Oktober 2014

Tentang Jatuh Cinta :">

Dulu, waktu masih muda (jiah..), jaman2 SMP-SMA, suka tersipu2 kalo baca komik yang isinya percintaan muda-mudi. Ngebayangin, gimana ya rasanya kalo jatuh cinta dan ternyata berbalas. Kayaknya manis banget. 😚
Tahun demi tahun berlalu, orientasinya udah beda. Ngebayanginnya udah beda: gimana ya rasanya nikah sama orang yang disuka? Kayak Ali sama Fatimah gitu. Kayaknya saya korban teenlit/novel2 semacam itu ya?😝
Gak dipungkiri meski diwanti2 untuk hati2 sama virus merah jambu, tapi tetep aja terserang. Kayak udah jebol antibodinya. Udah nyoba segala kegiatan biar sibuk, eh pas luang kepikiran lagi. Udah nyoba sering puasa, eh malah inspirasinya dari yang diharapkan. Ckckckck... 🤦‍♀️

Tapi ternyata enggak seperti itu yang dialami. Nyatanya, saya nikah sama orang yang enggak saya kenal sama sekali sebelumnya. Pernah sih ketemu sekali, pulang bareng. Tapi karena kepaksa. Udah malem, searah, saya jalan di belakangnya, dan itupun di tengah jalan orangnya ngilang. XD Kalo inget jadi geli sendiri.
Rasanya jatuh cinta mungkin memang seperti yang saya rasakan sebelumnya: deg2an yang dipendam, kalo diungkapkan malah haram. Ya kan? Tapi membangun cinta, seperti yang kami lakukan, berjalan begitu alami. Mulai dari mengenal kebiasaannya yang awalnya bikin illfeel tapi lama2 malah lucu. Mulai dari tidak berani menatap sampe gak mau lepas dari matanya. Mulai dari gandengan aja canggung sampe guyon pas jalan bareng. Dan kalo lagi deg2an, malah berpahala kalo diungkapin. Pake peluk dan cium biasanya.
Rasanya membangun cinta itu, cinta akan tumbuh seiring dengan frekuensi menatap wajahnya yang teduh, mendengarkannya saat tilawah, merasa bersalah ketika dinasehati. Meskipun tidak selalu mudah, tapi dalam prosesnya pasti ada momen untuk mengekskalasi perasaan itu ke tingkat yang lebih tinggi. Dan saya merasakannya. Jadi semakin ke sini, makin banyak pelukan, ciuman, dan kata2 sayang yang meluncur untuknya. Karena dalam membangun cinta, cinta itu tumbuh, berbalas sekaligus diberkahi. Cinta kami menjadi sarana untuk meraih cintaNya.❤❤❤

Ah, rasa2nya, saya sudah tidak peka lagi dengan cerita percintaan muda-mudi. Karena yang saya rasakan lebih dari perasaan yang saya bayangkan dulu. Karena benar, membangun cinta lebih menyenangkan daripada sekedar jatuh cinta.🤗

Untuk suamiku, terima kasih telah melengkapi pondasi cinta di hatiku.😘

Update 07092019: Gak kerasa juga udah punya sepasang penerus kami nanti. 🥰

Rabu, 23 Juli 2014

Tentang Ramadhan (part 2)

Melanjutkan tulisan saya yang ini: Tentang Ramadhan

Sejak april 2013 saya kuliah lagi di STAN, melanjutkan pendidikan Diploma IV. Masih, sampai tulisan ini dibuat. Dan saya sudah menikah. Yeeeeaaayyyy...
Ups. Keep calm.

Oke, here the stories.

2013.
Ramadhan kali ini masih sama menunya dengan Ramadhan 2 tahun sebelumnya. Bedanya, sekarang saya ada teman makan. Teman kos. :D
Menu sahur sama, tapi menu buka beda2.. Sayang warung banyak yang tutup karena mahasiswa diploma 3 PKL, alias kampus sepi. Yak, yg jadi korban ya kami2 ini. Hahaha.. *miris*
O ya, Ramadhan kali ini -bisik2- saya lagi kenalan sama laki2 yang mau jadi (calon) suami saya. Hihihihi..

And, what happens in Ramadhan this year?

2014.
Berat badan saya setahun ini naik 8kg. Wow!!
Tapi gak papa. Saya senang. Karena laki2 yang berkenalan dengan saya Ramadhan kemarin sudah menjadi suami saya. Dan Ramadhan tahun ini, saya sedang mengandung anaknya.
Alhamdulillah... Inilah berkah Ramadhan.. *terharu*

Yak. Ramadhan sebentar lagi usai. Tetap maksimalkan ibadah kita di hari2 terakhir ini. Semoga amal kita diridhoi, dan kita dipertemukan kembali dengan Ramadhan tahun depan. Aamiin.... :)