Sabtu, 18 Mei 2013

soal sabar

Sabar ya?

Secara tanpa kita sadari, salah satu perbuatan baik ini menolong kita dalam mengatasi masalah. Sesuai dengan yang disebutkan di Al Qur'an, bergandengan dengan Sholat, sabar disebut-sebut sebagai penolong. Dan terbukti kan?

Dalam berbagai masalah, penyelesaian dengan menggunaka sabar ini dinilai 100% efektif. Sabar dapat menurunkan kadar emosi negatif dalam diri kita. Menyelesaikan masalah dengan kepala dingin tentu saja lebih bekerja dengan baik dibanding ketika kita masih kaget ketika menerima masalah tersebut.

Oke. Mari kita bicara hal positif jika membicarakan masalah menyeret otak kita ke persepsi negatif.
Hampir semua lini hidup kita memerlukan kesabaran. Dalam hal apapun. Bahkan dalam ungkapan "Semudah membalikkan telapak tangan", juga harus ada unsur sabar di situ. Membalikkan telapak tangan dengan cepat tanpa otak mempersiapkan kecepatannya dapat mengakibatkan terkilir, dan bila menyangkut nadi dan menyumbatnya malah bisa mengakibatkan kematian. Menyangkut tulang, juga dapat berakibat fatal karena termasuk sendi. Seserius itukah? Iya.

Karena itu kita bicara sabar dengan tidak main-main. Bila hal sekecil itu luput dari perhatian kita, bagaimana kita akan menyadari bahwa solusi seluruh kejadian yang kita alami salah satunya dengan bersabar? Bahwa dengan bersabar kita akan menjadi orang yang tidak tergesa-gesa, baik dalam berpikir maupun bertindak. Sehingga apapun yang kita lakukan terstruktur dengan baik, dengan pemikiran yang matang, sehingga kita dapat meminimalisir akibat buruk dari perbuatan kita. Untuk diri sendiri, dan pastinya juga orang lain.

Kiranya, memang benar kita harus jadi orang yang sabar.

Oke? Sabar ya? :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar